Pages

Tampilkan postingan dengan label DUNIA YG MEMBINGUNGKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA YG MEMBINGUNGKAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2011

[AMAZING] "Orang-orang Kecil" Karya Slinkachu


Kalau para seniman grafiti mengidentifikasi polisi dan satpam sebagai "momok" terbesar yang menginterupsi proses kreasi karya epik mereka, tidak demikian halnya dengan kasus Slinkachu, seniman yang mengkhususkan diri dalam scene "miniature street sculpture". Baginya, momok terbesar yang mengancam karyanya adalah tukang sapu jalanan, para pejalan kaki dan burung gagak.

Sejak tahun 2006, seniman berusia 31 tahun yang kini berbasis di London ini telah (secara independen) memasang karya diorama miniaturnya di berbagai kota di seluruh dunia. Dalam salah satu karyanya, Slinkachu membangun diorama dengan menampilkan figur anak-anak yang mandi di dalam kotak kemasan ayam tikka yang dibuang di salah satu sudut London timur. Dalam karyanya yang lain, ia memposisikan figur polisi anti huru-hara yang berpose di depan Acropolis di Yunani.

tentang karya-karyanya, Slinkachu hanya mengabadikannya, kemudian meninggalkannya begitu saja. Mantan direktur seni yang memilih untuk tidak mengungkapkan nama aslinya ini mengatakan bahwa setiap orang boleh mengambil dan memiliki karyanya, jika memang dapat menemukannya. Dan itu bukanlah sebuah tugas yang mudah. Figur-figur patungnya yang rata-rata dia ambil dari figur pelengkap dalam mainan miniatur kereta api, biasanya berukuran kurang dari 4cm tingginya, dan hampir tidak terlihat ketinggian para pejalan kaki.

Kreasinya yang luar biasa itu dia akui semuanya dimulai dari sebuah hobi, namun segera benar-benar ia tekuni ketika dia menyadari potensinya untuk bercerita dan membuat orang berempati, melalui kombinasi seni fotografi, fantasi, dan orang-orang kecilnya. Di sini seringkali fotografi memang menjadi bagian kunci. Jika awalnya foto-foto hanya berfungsi untuk mendokumentasikan setiap karya instalasinya, lambat laun fotografi makin memegang kendali dalam merealisasikan fantasi dan memancing emosi melalui penciptaan komposisi yang lebih kompleks serta bentuk teknik reportase drama kecil yang digunakannya.
Slinkachu mengaku senang bermain dengan ide-ide tentang rasa sepi dan anonimitas, terutama di lingkungan perkotaan. Menurutnya, perasaan diabaikan dan terabaikan, serta perasaan kecil dan tak berarti, adalah sesuatu yang bersifat universal dan sangat mudah bagi manusia untuk merasakannya. Dan setidaknya Anda bisa melihatnya dari karya instalasi Slinkachu berikut ini.

Miniatur Karya Slinkachu :


The Sights

Spoiler for The Local Authority:



Spoiler for ukuran aslinya:


House of God

Spoiler for House of God:



Spoiler for ukuran aslinya:

One Day Son

Spoiler for One Day Son:



Spoiler for ukuran aslinya:


Sugar High

Spoiler for Sugar High:



Spoiler for ukuran aslinya:


Animals

Spoiler for Animals:


Spoiler for ukuran aslinya:


Boys Own Adventures

Spoiler for Boys Own Adventures:




Spoiler for ukuran aslinya:


The Last Resort

Spoiler for The Last Resort:



Spoiler for ukuran aslinya:


Wet 'n' Wild

Spoiler for Wet 'n' Wild:



Spoiler for ukuran aslinya:


The Local Authority

Spoiler for The Local Authority:



Spoiler for ukuran aslinya:


Relics


Spoiler for The Local Authority:




Spoiler for ukuran aslinya:
Quote:

Mayoritas Anak Muda Belanja Demi Gengsi


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrGQ7u3Cm8FPehuziIIw6ugzR0dvmSOVUDz3u27mw9KbKkKX8i523G9RTPnD9j2UWVwKGRTn8Bb83VwznP6Om0qgfgCcGyrtqYRL3lEUNsWcQendxFy_7LL5XYbLIywzLNfO8-qJtx3VSi/s1600-r/Untitledfdsfes.jpg




Anak muda zaman sekarang dinilai boros dan tidak pandai mengelola keuangannya. Mereka membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan demi meningkatkan derajat dan gengsi saja.

Beberapa orang yang tidak mampu, bahkan berpura-pura bersikap boros karena itu akan meningkatkan posisinya di masyarakat. Bahkan, bisa juga memberikan rasa percaya diri dengan produk non original ini.

Sebagai contoh, bagaimana caranya anda membeli tas bermerek kelas dunia tapi pakai dana yang minim? Sebuah tas imitasi, bon pembelian hasil modifikasi dan plastik pembungkus palsu bisa mewujudkan impian anda.

Zaman sekarang, sebagian orang yang tidak mampu membeli produk-produk original berusaha untuk tampil gaya dengan produk palsu hanya untuk mengangkat derajat mereka. Bahkan, untuk lebih meyakinkan, biasanya mereka mencari sertifikat otentik sebuah produk, bon pembelian atau buku manual yang banyak dijual secara online.

Barang-barang yang dibeli biasa tidak benar-benar dibutuhkan. Tujuan dibelinya barang tersebut juga hanya untuk gaya-gayaan dan mengangkat derajat dan gengsi si pemiliknya. Gaya belanja seperti ini bisa disebut juga sebagai 'konsumsi gengsi'.

Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap 1.104 anak muda di China menunjukkan sebanyak 84,2% dari jumlah tersebut sudah biasa melakukan konsumsi untuk kepentingan gengsi semata tersebut.

Juga masih berdasarkan survey itu, pakaian termasuk tas dan sepatu (75,3%), pernak-pernik (60,7%) dan mobil (59,5%) menjadi tiga peringkat tertinggi di konsumsi gengsi, diikuti oleh peralatan elektronik (55,6%), makanan (55,6%), minuman dan rokok (49,6%), kosmetik (43,9%) dan hiburan (26,9%).

Saya tidak hanya membeli plastik pembungkus, tapi membeli gengsi

"Anda tidak bisa membedakan plastik pembungkus original dengan yang palsu," kata salah satu anak muda yang baru saja membeli plastik pembungkus tas tangan Louis Vuitton. "Keren juga karena orang mengira saya sudah membeli produk Louis Vuitton saat saya jalan-jalan membawa tas plastik pembungkus ini."

Salah satu pengguna internet dengan nama 'Pengpeng and Pipi' mengatakan: "Dengan membeli tas pembungkus palsu, derajat sosial saya rasanya terangkat sehingga memberikan mood lebih baik dan bergengsi."

Sekarang ini, banyak anak muda yang sudah terbiasa dengan konsumsi gengsi seperti ini sehingga mengarah ke pemborosan. Sebaih survey tentang mobil menyatakan, anak muda yang lahir pada pertengah 80an sampai awal 90an mengaku berencana membeli mobil sebelum berumur 30 tahun.

Kenapa banyak anak muda yang boros hanya untuk gengsi?

Ketika mereka yang disurvei ditanya mengenai hal ini, salah satu karyawan muda bernama Shan Xiuqin mengatakan, banyak orang yang menilai orang lain hanya dari penampilan luarnya. Contohnya, kata dia, saat orang ingin membeli baju.

"Jika saya tidak berdandan dengan baik, biasanya saya akan diabaikan oleh petugas tokonya. Hal itu sangat menyakitkan dan merusak rasa percaya diri saya," katanya seperti dilansir dari ChinaDaily, Jumat (25/11/2011).

Mahasiswa baru di Hubei University, Tong Kun, mengaku hampir seluruh siswa di kelasnya memiliki laptop, dan mereka yang kurang mampu untuk membeli perangkat elektronik itu merasa depresi karena tersisihkan. Akhirnya, mereka merengek ke orang tuanya untuk membeli komputer jinjing tersebut.

Bahkan, lanjut Tong, banyak sekali teman-temannya yang sangat mementingkan barang-barang bermerk. Sebagian mahasiswa yang tidak mampu akhirnya memilih membeli produk palsu dengan harga yang lebih murah.

Menurutnya, banyak konsumsi gengsi berawal dari saling membandingkan antara satu anak dengan anak lainnya. Beberapa anak dari keluarga yang kurang mampu biasanya melakukan konsumsi demi gengsi ini hanya untuk mengembalikan kepercayaan diri.

Direktur Pusat Studi Psikologi di Universitas Fudan, Sun Shijin menemukan hubungan antara borosnya konsumsi anak muda ini dengan kurangnya rasa hormat dari orang sekitar semasa kecil. Hal ini yang berujung pada konsumsi gengsi bahkan konsumsi yang berlebihan alias boros.

Sehingga, anak muda jaman sekarang mencari jalan pintas supaya bisa mendapat rasa hormat dari lingkungan sekitarnya dengan cara tadi. Bahkan, lingkungan sekitar juga seolah mengajarkan anak-anak muda untuk saling unjuk materi, seperti pakaian-pakaian bermerk, supaya gengsinya terangkat dan mereka lebih percaya diri. Kelemahan ini akhirnya dimanfaatkan oleh banyak perusahaan untuk meraup keuntungan.

Wakil Direktur Utama Institute of Economics Chinese Academy bagian Ilmu Sosial, Yang Chunxue, mengatakan konsumsi gengsi ini dipicu oleh contoh buruk dari orang-orang sukses yang senang memamerkan harta kekayaan. Saat ini, banyak sekali orang golongan menengah yang bersedia menghabiskan setengah dari gaji bulanan mereka hanya untuk satu pakaian bermerk.

"Yang pasti bukan kabar baik baik ekonomi nasional dalam jangka panjang," kata Yang. "Pertama, tidak banyak merek lokal yang populer di mata anak muda, sehingga membuat kreatifitas pengusaha lokal menjadi terbatas sehingga akhirnya lebih baik menjadi importir merek-merek luar," katanya.

"Kedua, hal ini bertentangan dengan pemasukan nasional. Konsumsi yang berlebihan tidak hanya mengahambur-hamburkan uang pribadi, tetapi juga uang negara," tambahnya.

Yang setuju moral sosial yang baik adalah kunci untuk menghalau fenomena yang bisa disebut konsumsi gengsi ini juga konsumsi yang berlebihan.

Akan tetapi, menurut pandangan Sun, konsumsi gengsi ini tidak sepenuhnya buruk. Kuncinya adalah mengatur tingkat pengaruhnya. Masyarakat harus tahu barang apa yang mereka butuhkan, dan kenapa mereka harus membeli barang tersebut.

(ang/qom)


Lukisan-Lukisan 3D Dijalan Dan Dilantai Yang Menakjubkan

Wah…Gambar-gambar 3D yang dilukis di jalan-jalan dan dilantai ini terlihat benar-benar sangat nyata…keren!



















Weleh…Weleh…Weleh
Keren Buanget Nih Lukisan 3D

di kutip dari : http://www.klikunic.com/2011/11/lukisan-lukisan-3d-dijalan-dan-dilantai.html#ixzz1erv2BQMk

Wanita 30 Tahun Asal Brazil Masih Memiliki Penampilan Seperti Bayi

http://2.bp.blogspot.com/-6SKzGr-Keg8/TtC6_ViepCI/AAAAAAAADFI/_0fs4ChedVU/s1600/Capture.JPG



Cô Maria Audete do Nascimento đã 30 tuổi


Cô Maria sinh ngày 7/5/1981.

Banyak orang ingin awet muda. Namun, bagaimana jika awet muda yang dimaksud adalah ketika berumur 30 tahun, kamu tetap memiliki penampilan seperti bayi 9 bulan?
Maria Audete do Nascimento, perempuan asal Brazil yang lahir pada tanggal 7 Mei 1981, saat ini berusia 30 tahun, tetapi tubuh dan mentalnya masih seperti bayi. Dia tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, bahkan masih belum bisa berbicara.
Maria berasal dari keluarga miskin yang tinggal di rumah dari lumpur di Ceara, Brazil. Ibu kandungnya sudah meninggal 13 tahun yang lalu dan saat ini ia tinggal bersama ayah dan istri keduanya. Ibu tirinya, Dora, telah merawatnya sejak dulu. Dora percaya bahwa Maria adalah hadiah dari Tuhan untuk dirinya sehingga dia merawatnya dengan sepenuh hati.
Para ahli di Fakultas Kedokteran Universitas Ceara percaya penyakit Maria disebabkan oleh kurangnya hormon tiroid. Akibat dari hipotiroidisme, tubuhnya tidak bisa berkembang secara fisik dan mental.
Sebenarnya, jika ditangani sejak awal, Maria mungkin akan tumbuh seperti anak normal lainnya, tetapi kemiskinan yang dialami Maria membuatnya tidak bisa berbuat banyak.
Saat ini, pihak universitas setuju untuk memberikan pengobatan gratis kepada Maria.





Cơ thể cô dù tiếp nhận thức ăn nhưng vẫn không phát triển được...
http://i2.asntown.net/15/maria-audete-do-nascimento1.jpg
http://www2.vietbao.vn/images/vi955/2011/11/55420422-1322105804-chuyen-la-2.jpg

di kutip dari : http://www.klikunic.com/2011/11/awet-muda-wanita-30-tahun-asal-brazil.html#ixzz1ero3GuPX